Kata 'jus' dalam bahasa Melayu dan Indonesia merujuk pada minuman yang dibuat dari sari buah-buahan. Namun, di balik kesederhanaan definisinya, terdapat kekayaan budaya dan sejarah yang terkait dengan konsumsi jus di wilayah Asia Tenggara. Jus bukan hanya sekadar minuman pelepas dahaga, tetapi juga bagian dari tradisi dan gaya hidup masyarakat.
Di masa lalu, sebelum teknologi pendingin tersedia, jus buah seringkali dibuat dan dinikmati saat buah-buahan sedang musim. Berbagai jenis buah-buahan tropis, seperti mangga, pisang, jambu, dan durian, diolah menjadi jus yang menyegarkan. Proses pembuatannya pun dilakukan secara tradisional, menggunakan alat-alat sederhana seperti parutan dan saringan.
Saat ini, jus telah menjadi bagian integral dari budaya kuliner di Indonesia dan Malaysia. Berbagai jenis jus, mulai dari jus buah murni hingga jus campuran dengan tambahan bahan-bahan lain seperti susu, yogurt, atau madu, dapat ditemukan di hampir setiap sudut kota.
Selain rasanya yang lezat, jus juga dikenal memiliki manfaat kesehatan yang baik. Buah-buahan mengandung berbagai vitamin, mineral, dan antioksidan yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Oleh karena itu, jus seringkali menjadi pilihan minuman yang sehat dan menyegarkan.